WARNING: Intellectual Property Rights (Hak atas Kekayaan Intelektual). Diberdayakan oleh Blogger.

Translate My Site With Your Languages \^_^/

Tampilkan postingan dengan label SKRIPSI HUKUM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SKRIPSI HUKUM. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Agustus 2012

Now Playing: Phil Collins - Against All Odds with Lyrics



How can I just let you walk away,
just let you leave without a trace
When I stand here taking every breath with you, ooh
You're the only one who really knew me at all

How can you just walk away from me,
when all I can do is watch you leave
Cos we've shared the laughter and the pain,
and even shared the tears
You're the only one who really knew me at all

So take a look at me now,
'cos there's just an empty space
And there's nothing left here to remind me,
just the memory of your face
Take a look at me now,
'cos there's just an empty space
And you coming back to me
is against all odds and that's what I've got to face

I wish I could just make you turn around,
turn around and see me cry
There's so much I need to say to you,
so many reasons why
You're the only one who really knew me at all

So take a look at me now,
'cos there's just an empty space
And there's nothing left here to remind me,
just the memory of your face
Take a look at me now,
'cos there's just an empty space
But to wait for you,
well that's all I can do and that's what I've got to face
Take a good look at me now,
'cos I'll still be standing here
And you coming back to me is against all odds
That's the chance I've got to take, oh, oho

Just take a look at me now

Rabu, 15 Agustus 2012

Now Playing: Kayak - Ruthless Queen with lyrics



With a quivering voice you spoke the word
Shadow came between us, sharp as a sword
Gone is my gladness and vanished my pride
Cause luck didn't stay on our side

Lapped in luxury I cried for the moon
But the game is up, it all ended too soon
Awakening came as a bolt from the blue
At last rumors seemed to be true

[Chorus:]
Oh my ruthless queen
You are still the treasure of my dream
It's the twinkle in your eyes
That took me my surprise
Oh my ruthless queen
I just can't accept our love has been

I bear you no malice- you'll show no remorse
Love is dead and gone it was no endless source
Your sudden leave was the finishing stroke
Considering everything broke

[Chorus]

Please don't tell me you couldn't care less
While I feel like a ship in distress
Oh my ruthless queen
I just can't accept our love has been

I can't bear to see you go
But it's all part of the show you perform
Letting romance fade little by little
Our love was precious but too britt

Senin, 13 Agustus 2012

LAPORAN PLKH FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS WIDYA MATARAM YOGYAKARTA


LAPORAN PLKH FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS WIDYA MATARAM YOGYAKARTA.pdf -

Sabtu, 11 Agustus 2012

Permainan Monopoli (Nostalgia Tahun 90an)

Halo Pren !!!
Apa kabar semuanya??? Apakah baik-baik saja?? oke ! kali ini saya pengen membagi sebuah game atau permainan yang teman" semua pasti sudah pada tahu. Sebelum saya bagi, saya ingin bercerita dulu sedikit ya oke? Untuk anak" generasi 90an atau yang masa kecilnya di tahun 90an pasti udah paham betul tentang permainan ini. Monopoli memang sebuah permainan yang pernah ngetop di tahun 90an. Dulu waktu saya sekolah SD di Bandung saya tahu ada permainan ini dari gerobak pedagang kaki lima mainan anak" yang biasanya tiap hari mangkal di sekolah. Waktu itu ada 2 jenis permainan ini, yaitu Monopoli Nasional yang pake uang rupiah dan propertinya nama berbagai tempat di Indonesia, dan Monopoli Internasional yang memakai mata uang dollar dan propertinya nama berbagai tempat di seluruh dunia yang terkenal. Nah, untuk bermainnya pun sebenernya sangat mudah, antara lain bisa memakai aturan standar dari monopoli yang ada di kertas petunjuk didalam kotak permainan atau bisa juga menentukan peraturan bermain sendiri dengan temen" misalnya untuk membangun rumah apakah harus memiliki satu komplek yang lengkap dulu atau tidak? Apakah untuk membangun hotel harus membangun minimal 4 rumah dulu atau tidak, dan seterusnya....itu semua terserah kalian yang penting dipatuhi apa yg telah disepakati. Permainan monopoli sangat cocok dimainkan bersama teman" maupun keluarga, baik ayah ibu, kakak adik, atau saudara. Permainan ini bagi teman" segenerasi saya tentu punya arti tersendiri, bagi anak" 90an yang lain pasti juga punya kesan tertentu dengan permainan ini. Pada tahun 90an mainan anak" itu belum secanggih sekarang, dulu game paling populer masih seperti nintendo, sega, atau spica dan itupun masih dapat dijumpai di rental atau persewaan. Komputer pun belum secara umum bisa dimiliki oleh semua orang, karena komputer pada waktu itu tergolong barang mewah apalagi laptop. Permainan Playstation juga waktu itu belum populer seperti sekarang malah belum dikenal luas kalaupun ada juga terbatas pada golongan anak" berduit yang tinggal di kota besar seperti Jakarta. Atau lebih mudahnya hiburan anak" 90an itu seperti Ding Dong, hahaha !!! Bahkan teman saya dulu ada yang punya seperangkat permaianan mobil balap ding dong di rumah sendiri, dan itu dengan bangganya dipamerkan di teras depan rumah. Ya jadi memang pada waktu itu hiburan permainan anak" masih seadanya dan belum canggih. Kembali lagi ke Monopoli, dulu monopoli hanya sebuah permainan menggunakan papan kertas karton tentang strategi di bidang properti baik itu jual beli atau hipotik, bahkan saya tahu istilah hipotik pertama kali ya dari permainan monopoli ini. Bermain monopoli juga sangat tidak terasa akan menghabiskan waktu yang cukup lama, misal mulai bermain jam 9 pagi tiba" selesai udah jam 6 sore hahahaha ini sangat cocok untuk mengisi waktu di bulan Ramadhan sambil puasa hahahaha..... ini serius dulu waktu saya sekolah SD bulan puasa kalau ga ada kerjaan saya mainan monopoli sama paman saya yang masih kuliah yang juga sama" lagi ga ada kerjaannya juga Hahahaha.... oh iya dulu waktu tahun 1993 di gerobak tukang jualan mainan anak" waktu saya sekolah SD di Bandung satu set permainan monopoli dijual masih seharga seribu rupiah saja, kemudian kira" tahun 1997 pada waktu saya sekolah SLTP di semarang saya pernah beli satu set monopoli itu saya ingat harganya jadi Rp. 3000,- wow benar" permainan yang merakyat dan membumi broh!! nah seiring dengan perkembangan jaman sekarang ini, saya mau membagi sebuah permainan monopoli secara digital, jadi alangkah baiknya kalao temen" pada punya komputer atau laptop sendiri, lagian skrng kan komputer atau laptop harganya relatif terjangkau, dan bisa utang atau beli kredit. Dan jaman sekarang ini komputer/laptop sangat berguna sekali, jadi kalau punya uang lebih baik beli lah.....kembali lagi pada Monopoli, kali ini saya ingin berbagi sebuah aplikasi permainan Game House bernama Monopoly Spongebob !!! kita tau sendiri setiap sore di global TV ada serial kartun Spongebob. Nah karakter dalam permainan ini sama persis dengan yang kita lihat di TV ada Patrick, Plankton, dan sebagainya. Aturan bermainnya juga bisa dengan bebas kita tentukan sendiri pada menu house rules. Pokoknya bagi generasi 90an bisa bernostalgia dengan aplikasi ini, dan untuk generasi kekinian juga bisa enjoy dengan karakter Spongebob itu tadi apalagi game ini juga dilengkapi dengan animasi yang menarik. Namun kepada teman"ku semuanya,untuk mendapatkan software ini yang berukuran kira" 18 Mb sama seperti Mozilla Firefox, saya tidak bisa memberikan secara langsung di site ini tapi teman" harus hubungi saya melalui nomor Handphone saya yang ada di lencana Facebook saya di site ini kemudian bisa SMS atau telepon saya untuk kenalan dulu sama saya dan memberikan alamat Email teman" dan nanti pasti akan segera saya kirimkan aplikasinya via email secara gratis. Kalau teman" benar" tertarik dengan berbagai postingan yang telah saya bagikan, teman" bisa follow blogspot saya ini, nanti saya pasti akan mem follow balik juga. Ini bukannya apa", bukan saya mau minta uang gitu bukan....jangan salah, saya mau membagi game ini secara gratis dengan catatan karena demi menghormati kekayaan intelektual yang saya miliki, alangkah baiknya teman" menghargai saya karena telah membagikan aplikasi ini kalau memang teman" suka. Kalau langsung saya bagi kan kasian saya nya dong, udah capek" membagikan sesuatu tapi hanya diambil begitu saja dan pergi begitu saja juga dengan santainya. Logikanya kalau temen" punya makanan trus tiba" ada orang lain mengambil begitu saja gmn perasaan teman"?? bukannya tidak mau atau merasa keberatan memberikan makanan kita, tapi ya tolong bilang dulu, kan gitu???? Dan yang perlu temen" ketahui bahwa aplikasi ini sebenernya apabila temen" langsung download dari situs resminya adalah berbentuk trial/promosi meskipun cuma Game House, dan teman" harus membayar sejumlah uang untuk dapat menikmati aplikasi ini secara penuh. Nah dari situlah keterampilan saya bermain, mengingat ini hanya sebuah permainan tapi tetap menarik dan bisa dinikmati oleh masyarakat luas, juga meskipun produk komersial tapi nilainya untuk sebuah permainan yang merakyat dan membumi seperti yang sudah saya bilang tadi relatif lebih bernilai bila game ini bisa dinikmati oleh masyarakat luas namun tetap menghormati pemegang lisensinya yaitu hasbro, thanks to hasbro dan spongebob juga, akhirnya saya memberanikan diri untuk menjadikan game ini dapat dinikmati secara penuh atau secara kasar membajak, tanpa mengeluarkan sedikitpun uang untuk membeli lisensi tersebut. Oke segitu aja teman" saya tunggu SMS dan teleponnya yaaaaaaa saya jamin teman" bisa enjoy memainkan game ini. Saya pasti membantu, didit azhari pasti membantu kalau teman" sungguh" berminat......saya pasti membatu teman" sampai bisa menjalankan game ini secara penuh. Oke sampai jumpa!!!

Senin, 06 Agustus 2012

Sisi Positif Kehidupan Rakyat Indonesia Dibawah Rezim Orde Baru

Oke !! hai teman-teman ?? Baik" aja kan? Kali ini saya pengen berbagi sesuatu hal sama temen", mengenai bagaimana kehidupan sehari-hari rakyat indonesia pada waktu rezim orde baru nya Pak Harto. Dalam setiap pemerintahan pasti ada sisi positif dan negatif nya, saya akui itu, tapi yang ingin saya bagi disini hanya sisi positifnya saja, karena tidak baik kalau kita bongkar sebuah keburukan tapi kita tidak berkaca pada diri sendiri terlebih dulu, bisa saja kita lebih buruk? atau kita hanya bisa menyalahkan tanpa memberikan solusi? gtu.... saya tidak ingin menyalahkan siapa", saya cuma mau cerita dan berbagi mengenai apa yang saya alami dan rasakan pada waktu Pak Harto berkuasa di jaman orde baru tahun 90an... ini hanya pengalaman pribadi saja, sama sekali tidak ada muatan politis, jadi saya cuma kasih gambaran secara umum saja kemudian silakan temen" menilai sendiri dan bandingkan dengan saat ini, apakah sebuah kemajuan atau kemunduran, mungkin bagi yang menganggap bahwa pemerintah hanya dibutuhkan saat membuat KTP saja rezim apapun yang memerintah sama sekali tidak berpengaruh, baik mari kita simak berikut ini:
Pada era kepemimpinan Bapak Soeharto dulu rasanya hidup ini serba nyaman tidak ada persoalan kehidupan berbangsa dan bernegara yang muncul dan terbuka luas, tentu nyaman disini relatif dan mungkin juga persoalan yang ada serba tertutup sehingga masyarakat tidak mengetahuinya mengingat pada waktu itu semua serba terpusat di tangan pak harto. Namun karena pada waktu itu saya masih masa bersekolah jadi saya ingin lebih banyak menyinggung soal sekolah pada waktu itu. Mungkin ada yang merasa bahwa orde baru itu tidak demokratis, diktator, dan keras, tapi bagi saya itu sama sekali tidak berpengaruh, orde baru tidak demokratis hanya bagi orang-orang yang bersebrangan pendapat dengan pemerintah waktu itu bahkan jika keterlaluan bisa diculik dan dibunuh. Saya sendiri ikut merasakan bahwa jalan pikiran kita seperti dibentuk oleh pemerintah, kita hanya tinggal mengikuti dan melaksanakan saja. Kekuasaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara penuh ada ditangan pemerintah, bahkan aparat ABRI menjadi warga negara kelas satu karena menduduki hampir seluruh jabatan penting di pemerintahan. Sampai disini mungkin ada yang merasa sentimen tapi tunggu dulu jangan salah, karena hal itu ada juga keuntungannya seperti untuk bekerja menjadi PNS atau anggota ABRI bisa dibilang relatif mudah karena memang dibutuhkan untuk mendukung rezim orde baru mempertahankan kekuasaannya, bahkan konon untuk masuk jadi PNS itu tidak bayar alias gratis, dan menjadi ABRI pun lulusan SD saja masih bisa, silakan nilai dengan saat ini yang katanya demokratis?
Sekarang bicara soal sekolah, biaya sekolah murah, beras tumpah ruah, minyak/BBM mengalir deras tak terkira bak di surga, dan ingat saat program PELITA ke 5 Indonesia direncanakan akan segera tinggal landas, artinya segala aspek kehidupan telah dianggap mapan, dan dapat diartikan akan mampu mengejar kemajuan seperti negara maju. sejak pak Harto lengser, sekarang ini Indonesia seperti negeri Afrika yang tiada putus dirundung duka dan nestapa, Indonesia sekarang seperti Ethiopia!!
kalau Saya boleh jujur, saya lebih memilih hidup di pada jaman soeharto, kalau pada waktu reformasi 1998 Pak Harto dianggap bersalah, terlalu lama berkuasa, dan sebagainya, ya cukup Pak Harto saja yang diganti, presidennya saja yang diganti, jangan lalu terlalu kelewatan sampai merubah struktur kehidupan yang telah dibangun selama ini. Saya bilang begitu karena dulu saya benar" menikmati bisa merasakan sekolah murah sampai SLTP. Pembangunan infrastruktur pun juga dapat saya rasakan, dulu saya sering sekali melihat pelebaran jalan, pembangunan fisik disana sini, pupuk buat petani sering dibagikan gratis, swasembada beras pada tahun 90an, infrastruktur di desa, irigasi, Listrik Masuk Desa, jalan sangat bagus, serba murah, bahkan berita di TV ada peternak yang mendapat pembagian sapi gratis, beras gratis, bibit tanaman secara gratis, panen sampai berhektar", makmur, terus terang dulu Saya sekolah waktu SD gak pernah keluar duit sama sekali, buku dapat gratis, SLTP hanya bayar BP3 Rp.3.000/bulan titik!! tidak ada biaya lainnya lagi. Bahkan dulu waktu saya sekolah bersama kakak saya dalam satu sekolah ya yang bayar hanya 1 orang saja, benar" DAHSYAT atau FANTASTIS!! Buku buat sekolah gak pernah beli sama sekali !! karena selalu mendapat pinjaman gratis buku paket dari perpustakaan sekolah, itulah gunanya perpustakaan, jadi kita hanya wajib merawat dan memberi sampul saja. Kalau teman" ingat buku paket itu pasti ada tulisannya "Milik Negara Tidak Diperdagangkan", silakan nilai kalau jaman sekarang tidak punya uang ya jangan sekolah.
Pasca reformasi 1998 Indonesia menjadi negeri yang kehilangan arah, entah akan dibawa kemana negeri ini tidak jelas!! hampir semua berita di TV pasti mengenai korupsi yang merajalela, jarang ada berita mengenai pembangunan. Mungkin ada yang bilang orde baru yang bisa korupsi cuma Pak Harto, lalu apakah semua ingin korupsi juga? kalau pak harto korupsi, ya cukup presidennya yang diganti, bukan sistemnya karena sistemnya sudah sangat bagus. Jaman sekarang kalau bicara sekolah murah pemerintah sekarang ini pasti berkelit dengan kualitas yang alasannya begini "Kalau kita ingin sekolah murah tapi apakah kita tidak ingin yang berkualitas?". Padahal untuk ukuran Indonesia, bisa sekolah saja sudah bagus! kalau biaya sekolah mahal, pendapatan sebagian besar masyarakat indonesia saya yakin tidak cukup, lihat saja pendapatan perkapita kita berapa? Lagi pula sesuai amanat UUD 1945 memajukan dan mencerdasakan kehidupan bangsa itu kewajiban Negara dan harus ditanggung oleh pemerintah, kalau diserahkan kepada swasta untuk mengejar kualitas tentu dampaknya akan menjadi mahal, ironis .....
Dulu pada waktu orde baru anak-anak sekolah juga dilatih untuk menjalankan dan mengelola koperasi sekolah dengan diberi jadwal untuk berjualan di koperasi, selain itu juga ada yang namanya tabungan sekolah, dimana kita wajib menyetor saat bersamaan dengan membayar BP3 tiap bulan, dan pada saat kelulusan uang tabungan itu akan dikembalikan lagi pada kita, jadi saat lulus kita justru mendapat uang, mungkin dengan maksud sebagai bekal melanjutkan sekolah lagi atau gimana saya kurang tahu, tapi yang jelas kita dapat uang dari tabungan yang selama bersekolah kita tabung. Memang pada waktu orde baru, pemerintah dengan gencarnya menghimbau kepada masyarakat untuk gemar menabung di bank, dengan alasan uang itu akan dipinjam oleh pemerintah untuk melaksanakan pembangunan, dan selama kita menabung akan mendapatkan bunga. Temen" mungkin ada yang ingat slogan sedikit sedikit lama lama menjadi bukit. Waktu penataran P4 dalam butir pancasila ada yang berbunyi hidup hemat gemar menabung. Mungkin kita harus kembali lagi melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen!!

Rabu, 01 Agustus 2012

LAPORAN PLKH FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS WIDYA MATARAM YOGYAKARTA TAHUN 2011


LAPORAN PLKH FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS WIDYA MATARAM YOGYAKARTA.pdf -

Selasa, 31 Juli 2012

Sekolah Adalah Social Elevator

Kali ini saya ingin sedikit saja membahas secara garis besar mengenai pentingnya Sekolah sebagai sebuah jalan untuk melakukan mobilitas sosial yang dapat meningkatkan status sosial seseorang dari kedudukan atau status sosial yang cenderung rendah ke yang lebih tinggi, iya jawabannya kalau dapat kita asumsikan salah satunya adalah Sekolah. Memang belum merupakan sebuah jaminan bahwa seseorang yang memiliki latar pendidikan atau sekolah yang tinggi dapat memiliki status sosial yang tinggi, dalam prakteknya silakan teman-teman nilai sendiri. Tapi kali ini saya hanya akan membahas gambaran secara umum saja, untuk lebih mendalam dapat dipelajari sendiri dalam berbagai referensi atau kaidah ilmu sosiologi secara mendalam. Dan Untuk pembahasan kali ini saya hanya mengupas permasalahan dari sisi luarnya atau kulitnya saja, karena saya juga bukan seorang sosiolog jadi hanya akan saya paparkan tentang apa yang saya ketahui dan ingin saya bagi kepada teman-teman.


Sebelum membahas lebih jauh, kita perlu melihat terlebih dahulu tentang teori yang berkaitan dengan mobilitas sosial. Teori adalah pondasi atau dasar daripada pemikiran yang akan kita ungkapkan, jadi bila kita mengungkapkan sesuatu maka kita juga harus mengacu pada teori yang berkaitan, karena dari teori itulah kita bisa memahami secara utuh sebuah permasalahan sehingga tidak asal-asalan namun ilmiah. Ibarat membangun sebuah bangunan, maka kita harus membangun dulu pondasi yang kokoh karena bangunan yang akan kita bangun nantinya akan sangat tergantung daripada pondasi itu sendiri. Baik tanpa perlu panjang lebar lagi, kita langsung saja simak berikut ini.
Menurut Paul B. Horton, mobilitas sosial adalah suatu gerak perpindahan dari satu kelas sosial ke kelas sosial lainnya atau gerak pindah dari strata yang satu ke strata yang lainnya. Di jaman sekarang ini, mayoritas orang berusaha melakukan mobilitas sosial vertikal ke atas dengan mencari jenis pekerjaan yang paling cocok bagi diri mereka. Jika dalam tingkat mobilitas sosial yang tinggi, orang merasa mempunyai hak yang sama dalam berusaha mencapai status sosial yang lebih tinggi. Namun dalam tingkat mobilitas sosial yang rendah, mayoritas orang hanya terkurung dalam status sosial tertutup. Untuk dapat memahami logikanya dengan mudah, kita harus mengambil contoh agar teman-teman dapat mengerti apa yang saya maksud, jadi bila kita mengatakan sesuatu alangkah baiknya bila kita berikan contoh yang mudah. Contoh dari tingkat mobilitas sosial yang tinggi adalah dalam sebuah negara demokrasi dimana semua orang punya kesempatan yang saya untuk tampil sebagai pemimpin atau pemerintah, sedangkan contoh dari tingkat mobilitas sosial yang rendah adalah dalam sebuah negara kerajaan atau masyarakat berkasta seperti di Negara India dimana dalam sebuah kasta sangat sulit bila seseorang ingin pindah dari satu kasta ke kasta lainnya karena kasta berdasarkan keturunan atau hubungan keluarga.
Yang kita bicarakan kali ini adalah dalam tingkat mobilitas sosial yang tinggi karena Indonesia adalah negara demokrasi, masyarakatnya terbuka dimana seseorang lebih leluasa dan punya kesempatan yang sama untuk berpindah strata, dan di Negara Indonesia siapa saja bisa tampil sebagai pemimpin atau pemerintah tanpa melihat latar belakang keluarganya.
Lalu bagaimana caranya?? Kita asumsikan saja salah satu jawabannya adalah melalui Sekolah. Tapi itu hanya asumsi saja, karena dalam prakteknya seperti yang telah saya katakan sebelumnya bahwa Sekolah yang tinggi bukan merupakan jaminan seseorang dapat menempati strata sosial yang tinggi. Saya mengatakan hal itu berdasarkan fenomena yang terjadi bahwa banyak sekali sarjana tapi pengangguran tidak punya kemampuan, keahlian, dan keterampilan, seorang bergelar doktor juga tidak mampu untuk berkarya, dan sebagainya.
Sekarang kita kembali lagi kepada pengertian Sekolah sebagai social elevator. Lembaga-lembaga pendidikan atau Sekolah secara umum dapat dikatakan merupakan saluran yang konkret dan formal dari jalan untuk mobilitas sosial vertikal ke atas. Dari sinilah saya menganggap Sekolah sebagai social elevator karena dapat mengantarkan seseorang bergerak dari status sosial yang rendah ke status sosial yang lebih tinggi, karena dengan bersekolah maka kita diberikan kesempatan untuk mendapatkan status sosial yang lebih tinggi. Tentu saja asumsi ini hanya berlaku bilamana jika kita lulus dari Sekolah. Ketika kita lulus dari Sekolah maka kita akan mendapatkan selembar kertas yang namanya ijasah. Dari ijasah inilah secara praktis kita akan berusaha mencari pekerjaan yang cocok bagi diri kita. Untuk memahami logikanya kita ambil contoh lagi, seorang anak dari keluarga miskin mengenyam sekolah sampai ke jenjang perguruan tinggi. Setelah lulus ia memiliki pengetahuan dan menggunakan ijasah dari Sekolah itu untuk berusaha sehingga ia berhasil menjadi seorang pengacara, yang secara otomatis telah meningkatkan status sosialnya dari seorang anak dari keluarga miskin menjadi pengacara.
Sampai disini kita dapat memahami bagaimana Sekolah itu berfungsi sebagai sosial elevator. Sekolah merupakan saluran yang konkret karena selama sekolah kita menimba dan menuntut ilmu dan setelah lulus maka kita akan diakui telah mengenyam pendidikan. Sekolah merupakan saluran yang formal karena setelah lulus kita mendapatkan ijasah, dan dari ijasah inilah dapat dikatakan formal karena secara praktis untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan pendidikan yang kita tempuh diperlukan sebuah ijasah sebagai bukti telah lulus. Jadi menurut saya, dijaman sekarang ini mindset teman-teman harus bersekolah dimana saja dan yang penting adalah lulus. Sekolah dimana saja dalam hal ini adalah bersekolah sesuai dengan kemampuan lahir dan batin teman-teman sendiri, saran saya sih bersekolah di tempat yang terdekat dengan domisili teman-teman, jadi tidak perlu merantau jauh kalau memang tidak mampu. Dan yang terakhir saya ingin bilang bahwa dengan bersekolah dan setelah lulus maka jalan kehidupan itu akan menjadi terang benderang karena kita telah mengenyam pendidikan secara formal. Saya mengatakan hal ini karena dengan bersekolah dan setelah lulus kita akan mempunyai paling tidak kesempatan untuk mendapatkan status sosial yang lebih tinggi di masyarakat. Semua itu hasilnya tetap kembali kepada diri kita sendiri, tapi yang jelas kesempatan itu pasti ada tergantung bagaimana kita menggunakan kesempatan itu.

Kamis, 26 Juli 2012

Selayang Pandang Romantisme Tahun 90an

Bagi teman-teman yang hidup atau masa kecilnya tumbuh didalam era tahun 90an memang merupakan suatu kebanggaan dan romantisme tersendiri, era itu benar-benar sebuah euforia tahun 90an karena selama era ini banyak sekali kejadian dan pengalaman yang memang hanya dialami oleh generasi 90an dan tidak akan pernah, sekali lagi tidak akan pernah dialami oleh generasi pasca tahun 90an terutama pasca Rezim Orde Baru tumbang. Era tahun 90an memiliki daya tarik tersendiri, suasana, dan atmosfer yang sangat unik, dan sekali lagi hanya terjadi selama kurun waktu tahun 90an dan pra Rezim Orde Baru tumbang. Oleh karena itu, mari kita mengenang dan mengingat lagi era tersebut karena kita adalah generasi tahun 90an!!!

Saya sendiri secara pribadi atau secara personal memiliki kaitan yang sangat dalam dan hubungan emosional yang sangat erat dengan era tahun 90an, dimana pada waktu itu Rezim Orde Baru masih mencengkeram kekuasaannya di bumi kita Indonesia dengan sangat kokoh, kuat, dan stabilitas ekonomi dan politik masih sangat terkendali oleh kekuasaan pemerintah pada waktu itu, dan Saya sendiri ikut mengalami dan merasakannya sekaligus memetik manfaat dari situasi dan keadaan itu dimana pada era tersebut Saya menjalani masa kecil dan bersekolah. Namun seiring jalannya waktu, memang masih banyak keterbatasan data dan informasi tentang era tahun 90an yang Saya miliki, maka dari itulah Saya sangat membutuhkan sumbangan atau kontribusi dari teman-teman yang punya rasa simpati pada era tahun 90an atau mungkin juga memiliki pengalaman atau ikut mengalami di era itu entah dalam bentuk apapun demi membangun dan membangkitkan kembali sebuah masa kejayaan dan keperkasaan era 90an yang kini telah runtuh dan sirna sekaligus agar dapat bernostalgia, terima kasih...

Sekedar pepatah:
Wahai para wanita, pulanglah! Kami para pria akan menjaga kalian. Biarkan kami yang berlumuran lumpur demi sabunmu. Biarkan kami yang bersakit-sakit demi sehatmu, dan biarlah kami yang berbau-bau ria demi harummu. Karena dengan begitu kami merasa dibutuhkan...

Program Pemerintah Orde Baru - Anak Indonesia Bebas Polio

Program ini dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia sekitar tahun 90an, mungkin tepatnya sejak tahun 1995, pada masa pemerintahan Presiden Soeharto yang masih mencengkeram dengan sangat kuat kekuasaannya di Negara Republik Indonesia Raya yang dimaksudkan guna menghadapi virus Polio yang pada waktu itu memang kasusnya sedang marak terjadi pada anak-anak indonesia. Dilaksanakan 2 kali dalam setahun dengan interval selama sebulan dan biasanya dilaksanakan pada bulan September dan bulan November.


Untuk melaksanakan Program Bebas Polio tersebut, maka pemerintah pada saat itu mengadakan Pekan Imunisasi Nasional atau disingkat PIN, anak-anak atau teman-teman yang masa kecilnya pada tahun 90an pasti mengerti atau paling tidak tahu mengenai hal ini, dikarenakan iklan agitasi dan propaganda Pemerintah Orde Baru yang dikenal sangat gencar terutama ditayangkan di setiap stasiun televisi baik itu negeri maupun swasta. Selain itu di setiap Posyandu atau puskesmas bahkan sampai tingkat RT, RW, dan kantor kelurahan/desa pada waktu itu pasti dipenuhi dengan poster-poster PIN dengan maskot seorang anak yang sedang memegang balon, atau kadang kala juga dijumpai poster mengenai penyakit Polio, dengan berbagai gambar yang memperlihatkan gambar seorang anak yang mengidap Polio, wow serem banget tapi itu bagus!! Karena pada masa kini sangat jarang atau bahkan kita tidak pernah menjumpai lagi program pemerintah yang sangat sedemikian massif namun berguna seperti saat itu.....

Rabu, 18 Juli 2012

TUTORIAL PENULISAN SKRIPSI UNIVERSITAS WIDYA MATARAM YOGYAKARTA - Chapter 4 (FINAL)


TUTORIAL PENULISAN SKRIPSI UNIVERSITAS WIDYA MATARAM YOGYAKARTA - Chapter 4 (FINAL) -

Minggu, 15 Juli 2012

SKRIPSI HUKUM KENEGARAAN FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS WIDYA MATARAM YOGYAKARTA


SKRIPSI HUKUM KENEGARAAN DI FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS WIDYA MATARAM YOGYAKARTA -

Jumat, 13 Juli 2012

TUTORIAL PENULISAN SKRIPSI UNIVERSITAS WIDYA MATARAM YOGYAKARTA- Chapter 3

TUTORIAL MENULIS SKRIPSI UNIVERSITAS WIDYA MATARAM YOGYAKARTA - Chapter 3 -

TUTORIAL PENULISAN SKRIPSI UNIVERSITAS WIDYA MATARAM YOGYAKARTA- Chapter 2

TUTORIAL MENULIS SKRIPSI UNIVERSITAS WIDYA MATARAM YOGYAKARTA- Chapter 2 -

TUTORIAL PENULISAN SKRIPSI UNIVERSITAS WIDYA MATARAM YOGYAKARTA - Chapter 1


TUTORIAL MENULIS SKRIPSI UNIVERSITAS WIDYA MATARAM YOGYAKARTA - Chapter 1 -

Visitors of My Site \^_^/